Sunday, 19 August, 2018 - 01:40

Utamakan Siswa Dalam Zonasi

SUASANA PPDB - Salah seorang siswa saat mengambil formulir di salah satu sekolah di Kota Palu, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang SMA/SMK di Provinsi Sulawesi Tengah telah dibuka. Sekolah pun diimbau menerima siswa sesuai kouta yang ditentukan, dengan jumlah peserta didik maksimal 36 orang perkelas. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Irwan Lahace mengungkapkan penerapan sistem zonasi pada PPDB ditentukan oleh sekolah masing-masing.

“Semua anak harus sekolah, jangan sampai ada yang tidak sekolah. Maka yang diutamakan itu harus anak-anak yang masuk pada zonasi, jangan sampai anak yang masuk zonasi tidak terakomodir oleh sekolah,” tegas Irwan melalui ponselnya, Rabu, 23 Mei 2018.

Sementara itu, khusus sekoolah di Kota Palu, Irwan tidak menginginkan ada sekolah menambah ruangan, karena ingin menerima siswa yang banyak, misalnya memanfaatkan ruang laboratorium untuk menampung siswa.

“Manambah ruangan kelas dengan memaksakan menggunakan ruang laboratorium sangat tidak dibenarkan. Jika ada, pasti kami akan tegur kepala sekolahnya,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMA, Muhlis mengungkapkan telah menurunkan Surat Edaran kepada seluruh SMA se-Sulteng terkait PPDB. Edaran tersebut diturunkan pada 7 Mei 2018.

“Jika mengacu pada Permendikbud Nomor 17 tahun 2017, pengaturan daya tampung peserta didik baru yang diterima harus sesuai daya tampung kelas, dengan ketentuan adalah jumlah setiap rombel (perkelas) diterima minimal 20 siswa dan maksimal 36 siswa. Sementara di Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 tidak membatasi ruang,” jelasnya.

Muhlis mengatakan Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 tidak mengatur tentang daya tampung, karena telah mengacu pada standar pendidikan.

“Yang dilarang ini ruang kelas tidak cukup, kemudian memaksakan siswa banyak. Sehingga kita larang sekolah membuka kelas baru dengan menggunakan fasilitas lain, misalnya menggunakan ruang komputer, perpustakaan dan lainnya,” katanya.

Muhlis mengimbau kepada seluruh SMA melakukan PPDB sesuai prosedur yang berlaku agar tidak menimbulkan bias di tengah masyarakat. Bagi sekolah yang melanggar akan diberikan sanksi yang sudah sangat jelas diatur dalam Permendikbud.

Didalam surat edaran Disdikbud Sulteng, waktu PPDB telah diatur, yakni pengambilan formulir pendaftaran dimulai sejak 10 Mei-2 Juni 2018, pengembalian formulir ditetapkan 2-9 Juni, untuk seleksi PPDB digelar pada 11-24 Juni, pengumuman hasil seleksi 25 Juni, pendaftaran ulang dibuka 26-29 Juni, dan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) digelar pada 9-14 Juli 2018.

SMAN 1 Palu mensyaratkan siswa yang mendaftar membawa Kartu Keluarga (KK) untuk melihat domisili, Akte Kelahiran, SKHU, nilai Rapor, serta prasyarat lainnya, diantaranya Pas Foto.


Editor: M Yusuf Bj