Sunday, 28 May, 2017 - 18:41

Vicon Laporan Keuangan POLRI 2015, DIPA Jangan Dijadikan Sumber Kekayaan

Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Idham Azis. (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

Palu, Metrosulawesi.com – Usai video conference (vicon) taklimat awal pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Polri Tahun 2015 yang digelar dari ruang Rupatama Mabes Polri Jakarta dan diikuti oleh seluruh Polda se-Indonesia, Rabu (3/2/2016), Kapolda Sulteng Brigjen Pol Idham Azis mengatakan bahwa penggunaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) harus digunakan sesuai peruntukannya.

“Jangan lagi berpikir sebagai sumber pundi–pundi kekayaan bagi oknum–oknum pejabat. Jadi, pergunakan DIPA sesuai dengan peruntukan dan jangan lagi berpikir sebagai pundi–pundi kekayaan,” tegasnya.

Idham mengatakan pihaknya akan melakukan transparansi dan pengawasan efektif terhadap penggunaan seluruh anggaran DIPA 2016.

“Saya perintahkan kepada Itwasda, Karorena dan Kabid Keuangan Polda Sulteng untuk mensosialisasikan dan menjelaskan secara transparan seluruh anggaran yang ada dalam DIPA Tahun 2016 serta mengawasi penggunaannya,” jelasnya.

Dalam acara yang dihadiri Kapolri jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti dan Anggota I BPK RI Dr. Agung Firman Sampurna ini, Idham juga mengapresiasi kinerja pihaknya yang telah bekerja keras dalam menyusun laporan keuangan Polda Sulteng Tahun 2015.

“Saya mengapresiasi kerja keras jajaran Polda Sulteng,yang telah bekerja keras dalam menyusun laporan keuangan Polda Sulteng Tahun 2015, sehingga Polda Sulteng tidak menjadi sampel dalam pemeriksaan BPK RI. Itu dikarenakan tidak ada temuan hal–hal penyimpangan yang menjadi perhatian pusat,” katanya.

Diketahui, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, BPK RI memberikan penilaian beragam atas kinerja laporan keuangan Polri. Pada Tahun 2012 Polri mendapat penilaian WTP–DPP (Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan), sedangkan di 2013 dan 2014, Polri berhasil mendapatkan penilaian WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.