Sunday, 25 June, 2017 - 23:47

Walhi Sulteng Dukung Keputusan Presiden soal Hutan

Rapat terbatas Presiden Joko Widodo di Riau bersama para menteri dan aktivis NGO termasuk Walhi Sulteng. (Foto : Ahmad Pelor)

Riau, Metrosulawesi.com - Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tengah Ahmad Pelor bersama Direktur WALHI Nasional menyertai kunjungan presiden Joko Widodo di Riau, Sumatera Barat,  Rabu (26/11/2014) kemarin.

Dalam kunjungan itu, Presiden Joko Widodo malakukan rapat terbatas dengan Plt.Gubernur Riau, Mensesneg, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kabareskrim, Ka.BP REDD, Sekjen Kehutanan, Dirjen PHKA, Bupati Pelalawan, Direktur WALHI Nasional, Ka.Greenpeace Indonesia, dan Ketua Yayasan Prespektif Baru membahas penanggulangan kebakaran hutan dan asap di Propinsi penghasil minyak sawit itu.

Rapat  berlangsung di Ruang VIP Bandara Roesmin Nurjadin, Pekan Baru Riau Sumatera Barat. Dalam rapat terbatas itu, presiden Jokowi memutuskan beberapa hal yang berkait dengan penanggulangan bencana kebakaran, yang melanda hutan di Sumatera Barat saat ini.

Direktur Walhi Sulteng Ahmad Pelor yang turut dalam rapat terbatas itu melaporkan, beberapa poin yang diinstruksikan oleh presiden, menurutnya adalah langkah kongkrit dan harus segera dilaksanakan.

"Saya kira ini langkah kongkrit. Walhi Sulteng mengapresiasi keputusan itu," tulis Ahmad kepada metrosulawesi.com.

Dalam catatannya mengikuti pertemuan itu, Ahmad menuliskan, beberapa poin yang diputuskan oleh Presiden bersama Menteri, Kepolisian, Dirjen, kepala daerah, dan NGO itu diantaranya adalah, presiden akan melakukan flyover dan mengunjungi sungai Tohor, untuk meninjau kawasan - kawasan hutan yang terbakar. Serta meninjau model kelolah sagu rakyat pada tanggal (27/11/2014).

Ahmad menambahkan, presiden juga mengarahkan upaya - upaya untuk segera menghentikan kebakaran hutan dan lahan. Presiden juga akan memantau perkembangan upaya itu secara reguler, serta melakukan optimalisasi kebijakan secara penuh. Presiden juga menghimbau, untuk segera mengentikan praktek pembiaran oleh pemerintah atas kerusakan hutan di Riau.

Selain itu, tulis Ahmad, Presiden juga bersikap tegas kepada korporasi yang melanggar hukum dan merusak lingkungan. Kejar para penjahat yang merusak hutan. Pejabat jangan takut dengan informasi, bahwa ada orang kuat yang backing para penjahat.

Dalam rapat itu pula, Presiden berjanji akan membackup 100% pejabat pemerintah untuk melawan para penjahat kehutanan. Presiden juga yakin, bahwa ada permainan besar dibalik asap di Riau itu. Dengan tegas presiden meminta, agar proses perijinan lebih ketat dan  menegakan hukum dengan zero tolerance terhadap pelanggar kehutanan.

Diakhir rapat terbatas itu, presiden akan melakukan kerjasama yang kuat dengan Mahkamah Agung. Hal itu dilakukan, untuk memperkuat penegakan hukum disektor kehutanan.

 
Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.