Sunday, 25 June, 2017 - 20:20

Wali Kota Minta PLN Umumkan Sebelum Ada Pemadaman

Wali Kota Palu, Hidayat, MSi. (Foto : M Yusuf BJ/ Metrosulawesi)

Gangguan Terjadi pada Jalur Transmisi 275 kV

Palu, Metrosulawesi.com - Wali Kota Palu Hidayat, M.Si menyoroti pemadaman listrik yang terjadi Senin malam, 17 April 2017. Hidayat meminta agar PLN tidak melakukan pemadaman listrik sepihak tanpa ada informasi kepada masyarakat.

"Kenapa memadamkan lampu tanpa jelas masalahnya apa. Jangan seenak perut begitu. Ini ada apa, kok tiba tiba padam tanpa ada pemberitahuan,” kata Hidayat.

Kata dia, seharusnya PLN mengumumkan sebelumnya melakukan pemadaman.

“Umumkan di setiap kelurahan melalui rumah ibadah atau masjid-masjid jika akan ada pemadaman lampu,” jelasnya.

Hidayat mengatakan akibat pemadaman yang tidak jelas, dirinya menjadi sasaran pertanyaan sebagian warga Kota Palu

"Jadi saya ditanyai warga, kenapa lampu bisa padam, saya mau jawab apa. PLN saja tidak memberi informasi tentang situasi apapun tentang pemadaman itu kepada Pemerintah Kota,” jelasnya.

Sementara itu, Humas PLN mengatakan pemadaman yang terjadi pada Senin, 17 April 2017 disebabkan gangguan pada jalur transmisi 275 kV yang menghubungkan PLTA Sulewana dan jalur transmisi arah Sulawesi Selatan.

Karena situasi tersebut, maka wilayah Kota Palu,sebagian Kabupaten Donggala, sebagian Kabupaten Parigi Moutong, Kabupatn Sigi, dan Kabupaten Poso mengalami padam meluas. Total yang terganggu kurang lebih sebesar 100 MW.

PLN berupaya menormalkan kembai sistem Sulawesi Tengah dimulai dari PLTD Silae.

“Pada pukul 21.24 wita, sistem Sulawesi Tengah sudah pada tahap pemasukan beban awal. Penormalan ini dilakukan secara bertahap dan diharapkan segera pulih. PT PLN Area Palu memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terimakasih atas kesabaran pelanggan,” kata Humas PLN.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.