Friday, 20 July, 2018 - 16:58

Wali Kota Palu Minta Perbankan Dukung UMKM

DUDUK BERSAMA - Kepala OJK Sulawesi Tengah Syukri A Yunus (kedua dari kiri) bersama Walikota Palu Hidayat (ketiga dari kiri) beserta sejumlah pelaku industri jasa keuangan saat menunggu waktu berbuka puasa di Hotel Mercure, Palu, Selasa 13 Juni 2017. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Upaya pemerintah Kota Palu untuk menjadikan daerah ini sebagai kota jasa dan perekonomiannya ditopang oleh industri mikro, kecil dan menengah (IMKM) diharap dapat dukungan dari industri jasa keuangan (IJK), khususnya perbankan.

Walikota Palu Hidayat menyebut pemerintah tengah berupaya mengarahkan Kota Palu menjadi kota jasa dengan mendorong home industri dan IKM sebagai sumber pendapatan utama masyarakatnya.

"Saya mohon perbankan perhatikan UKM, karna itu menjadi orientasi kita dalam membangun kota palu kedepan. Kita akan mengarahkan kota palu menjadi kota jasa dengan mendorong home-home industri dan IKM-IKM itu," ungkap Wali kota Hidayat pada kegiatan buka puasa OJK dan ramah tamah bersama Wali kota Palu dan pelaku industri jasa keuangan, Selasa 13 Juni 2017, di Hotel Mercure Palu.

"Kita akan mndukung dengan infrastrukturnya supaya orang akan datang ke Palu dan mau membeli produk di Kota Palu," ujarnya.

Dia menyebut ada 18 kelurahan yang coba dibentuk usaha-usaha baru oleh pemerintah Kota Palu dengan berbagai tematik yang masih memiliki kemungkinan pasar.

Para pelaku usaha yang ada di 18 kelurahan itu nantinya diharap bisa menjadi mitra dan mendapat dukungan oleh perbankan maupun industri jasa keuangan lainnya.

"Saya bermohon 2018 untuk perbankan dan OJK bisa masuk mendampingi IKM, mungkin melalui penguatan sumber daya manusianya," sebut dia.

Dia berharap Progran Kelurahan Unggul Berbasis Iptek dan Mandiri yang tengah diupayakan pemerintah Kota Palu tersebut bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan home industri yang mandiri kedepannya. Namun untuk mewujudkan itu dukungan industri jasa keuangan lainnya sangat berpengaruh.

"Kita berharap mereka bisa mandiri dengan adanya bantuan perbankan," kata Hidayat.

"Saya kira IJK di 2018 bisa masuk untuk pembimbingan. Di sana ada kerajinan batik, bambu, batu, tempurung kelapa dan lain-lain," ujarnya.

Selain dukungan perbankan, pemerintah Kota Palu juga akan memanfaatkan para lulusan sarjana ekonomi di Kota Palu untuk masuk ke koperasi-koperasi yang lesu untuk membangkitkan kembali usaha kopersai-koperasi tersebut.

Pada kegiatan buka puasa dan ramah tamah bersama Walikota Palu dan pelaku industri jasa keuangan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Syukri A Yunus juga mendorong hal serupa. Ia berharap bagi pelaku industri jasa keungan agar mendukung pemerintah Kota Palu untuk memajukan perekonomian masyarakat.

"Kami juga mendorong agar industri jasa keuangan selalu ambil bagian, salah satunya misalnya mendukung Festival Palu Nomoni," ujar Syukri A Yunus saat memberikan sambutannya pada kegiatan itu.

Ketua DPRD Kota Palu Iqbal Andi Magga juga berharap upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui usaha rumahan.

"Peningkatan pendapatn masyarakat tentu akan meningkatkan pendapatn daerah, Sehingga regulasi yang ada pun selalu kami upayakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah ini," sebutnya.

Pada kegiatan yang dihadiri langsung oleh Walikota Palu, Kepala OJK Sulteng, Ketua DPRD Kota Palu dan para pelaku industri jasa keuangan tersebut juga dirangkai dengan pemilihan Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan. Direktur Bank SUlteng Rahmat A HAris terpilih sebagai Ketua, Pimpinan Pegadaian Agus Tokhid sebagai Sekretaris, kemudian Bendahara Natassa Carolina (Bank Sinarmas), Ketua I Bambang Indriatmoko (Bank Mandiri), Ketua II FGWB Tutuhatunewa (Perbarindo), Ketua III Rahmat S Manoppo (Asuransi Jasindo), dan Ketua IV A M Hatta Tajang (BNI Syariah).


Editor : Udin Salim