Sunday, 28 May, 2017 - 18:47

Wali Kota: PKL Silakan Ambil Bagian di FPPN

Wali Kota Palu, Hidayat. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Wali Kota Palu Hidayat mengatakan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) atau yang bergerak di ekonomi mikro silakan ambil bagian dan eramaikan kegiatan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) yang dilaksanakan 24-26 September 2016 sepanjang pantai Talise yang berjarak 7,2 km.

“Kita mempersilahkan semua pedagang untuk berjualan. Apakah pedagang buah atau makanan atau furniture khas kota Palu. Mau berjualan di bagian kiri atau kanan jalan silahkan saja. Tidak akan diambil bayaran, asalkan pedagang berjualan dengan rapi dan menjaga kebersihan,” ungkap Hidayat, Minggu 18 September 2016.

Untuk lokasi penjualan di wilayah penggaraman Talise, Hidayat mengatakan pedagang yang berlokasi di bibir pantai akan dipindahkan pada sisi jalan saat kegiatan FPPN berlangsung.

“Karena disitu akan ada panggung utama FPPN. Begitupun lokasi di Anjungan, akan ada pendandatangan prasati FPPN,” ungkapnya.
 
Sedangkan untuk lokasi anjungan, kata Hidayat, pedagang diminta tidak melakukan aktivitas jual beli pada saat hari H pelaksanaan FPPN.

“Pedagang di penggaraman untuk sementara dipindahkan ke pinggir dulu. Kalau Anjungan lama, diminta hanya semalam saja tidak ada pedagang dan aktivitas yang lain. Karena ada penandatanganan prasasti,” jelas Hidayat.

Hidayat mengatakan hal itu adalah upaya pihaknya membangun ekonomi mikro di Kota Palu.

“Silakan berjualan asal tetap berada dalam batas kewajaran. Kita tidak melarang untuk berjualan, hanya memang untuk lokasi penggaraman, pedagang disana kami pindahkan, karena ada panggung utama yang akan ditempatkan disana. Jadi tetap boleh berjualan,” katanya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.