Friday, 18 August, 2017 - 09:21

Wali Kota: RAB Lambat, Kegiatan Dicoret

Rapat Final Pertama Pra FPPN di Ruang Bantaya Kantor Balai Kota Palu, Sabtu pekan lalu. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Saat memimpin Rapat Final Pertama Pra FPPN di Ruang Bantaya Kantor Balai Kota Palu, Sabtu pekan lalu, Wali Kota Palu Hidayat meminta semua unsur yang terlibat di Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2017 untuk bergerak cepat melakukan berbagai persiapan mensukseskan ajang tahunan itu.

"Sesudah rapat final chek pertama ini, semua unsur OPD serta lembaga terkait lainnya, termasuk komunitas yang akan menjadi penyelenggara sejumlah lomba yang merupakan bagian dari FPPN, segera memasukkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya,” ungkap Hidayat.

Kata dia, RAB tersebut harus dibuat secara detail dan selesai dalam sepekan.

"Minggu depan seluruh penanggung jawab item lomba harus memasukkan RAB itu dan kita akan gelar rapat lagi untuk mengevaluasi kelayakannya. Apabila hingga rapat pekan depan ada yang belum memasukkan RABnya, maka kegiatannya akan kita coret,” tegas Hidayat.

Hidayat mengungkapkan pihaknya sengaja menggelar rapat jauh hari sebelum pelaksanaan FPPN September 2017 agar perencanaan FPPN kali kedua ini benar-benar matang.

"Saya berharap pelaksanaan FPPN tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Agar tak ada lagi keluhan atau masalah pasca kegiatan,” jelasnya.

Wali Kota Hidayat juga mengapresiasi keterlibatan pihak Otiritas Jasa Keuangan (OJK) pada FPPN tahun ini.

"Atas nama Pemerintah Kota Palu kami haturkan terima kasih pada OJK dalam upaya menyukseskan ajang ini. Keberadaan OJK sudah pasti akan sangat membantu mempermudah sinergitas antara pihak penyelenggara dengan pihak perbankan dalam pendistribusian dana CSR mereka nantinya,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Perwakilan OJK Sulteng Sukri M Yunus mengungkapkan pihaknya akan berperan maksimal dalam menyukseskan FPPN 2017.

“Kami akan turut andil melaksanakan kegiatan pada moment tersebut. Kita rencana akan ikut juga menyemarakkan dengan beberapa kegiatan, antara lain kegiatan Sosialisasi Pasar Modal dan Pameran Senjata Pusaka Kaili yang berhubungan dengan pengenalan konten budaya lokal,” ungkapnya.

Selain itu, kata Sukri, pihaknya juga akan menggeliatkan warga Kota Palu pelaku UMKM untuk menumbuhkan sektor perekonomian mereka.

"Berdasarkan data, pada ajang Sulteng Ekspo beberapa waktu lalu, ada 700an UMKM di Kota Palu. Inilah yang akan kita dorong untuk dapat berperan dalam ajang itu,” jelasnya.

“Kami juga akan melakukan komunikasi internal yang secara khusus akan membahas tentang bagaimana kami dapat berkontribusi maksimal pada FPPN tahun ini,” tambahnya.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.