Tuesday, 26 September, 2017 - 22:46

Wali Kota: Sponsorship Gerakan Gali Gasa Tidak Dipaksakan Menyumbang

Rapat Koordinasi sponsorship Gerakan Gali Gasa (3G) di Auditorium Lantai III Kantor Wali Kota Palu, Jumat, 3 Maret 2017. (Foto : M Yusuf BJ/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu bersama jajaran Kepala OPD terkait menggelar rapat koordinasi dengan sponsorship Gerakan Gali Gasa (3G) di Auditorium Lantai III Kantor Wali Kota Palu, Jumat, 3 Maret 2017. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Palu Hidayat, M.Si.

“Gerakan Gali Gasa ini tidak masuk dalam APBD 2017, sehingga membutuhkan gotongroyong kita semua dalam menyukseskannya. Ada beberapa kebutuhan pada puncak acara Gerakan Gali Gasa 11 Maret tersebut, diantaranya nasi bungkus, tong sampah, spanduk, dan beberapa kebutuhan lainnya. Ini yang perlu kita sepakati bersama,” kata Hidayat dalam arahannya.

Hidayat mengungkapkan pertemuan kali ini bertujuan mengetahui sejauh mana kesediaan sponsorship dalam mendukung aksi 3G.

“Kami telah melayangkan surat permintaan bantuan kepada beberapa sponsorship untuk mendukung acara ini, dan ada yang menyumbang aqua, ini tidak jadi masalah. Namanya kita memohon minta bantuan, tidak bisa memaksakan. Saya sudah sampaikan kepada kawan-kawan Tim Gali Gasa, jangan dipaksakan orang untuk menyumbang,” katanya. 

Hidayat mengatakan salah satu kebutuhan penting dalam Aksi 3G 11 Maret 2017 yaitu nasi bungkus.

“Nasi bungkus akan dibagikan kepada para peserta longmarch, kemudian kita makan sama-sama di anjungan Pantai Talise. Namun saya meminta, jangan hanya satu sponsoship yang menyumbang nasi bungkus ini, harus gotong royong, semua sponsorship menyumbang nasi bungkus. Jika tidak, lebih baik kebutuhan nasi bungkus dihilangkan,” jelasnya.

Hidayat mengungkapkan dari beberapa item kebutuhan Gerakan Gali Gasa, minimal para sponsorship bisa menyumbang sedikit.

“Jangan sama sekali tidak ada. Tapi kalau tidak ada pun, tidak apa-apa. Saya sudah tegaskan kepada teman-teman tim, tidak usah dipaksa soal sumbangan. Kalau hanya ada 10 tong sampah yang disumbang, 10 tong sampah itu yang kita bagikan,” katanya.

“Yang jelas 2000 baju saya sudah sediakan, dari 5000 baju kaos yang dibutuhkan. Jika masih ada yang ingin menyumbang, silahkan saja,” tambahnya.

Hidayat mengungkapkan pada saat longmarch tersebut, setiap peserta akan memegang kantong plastik sampah.

“Tujuannya, para peserta akan memungut sampah saat melakukan longmarch. Selain itu, para peserta juga akan membagikan surat instruksi Gali Gasa Pemerintah Kota Palu ke semua tempat-tempat usaha yang dilewati,” katanya.

“Kami juga akan menyetop kendaraan yang lewat, diperiksa apakah ada tong sampah di dalam kendaraan tersebut atau tidak. Jika tidak ada, maka akan kami berikan tong sampah. Dengan demikian, mobil juga tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Hidayat berharap Gerakan Gali Gasa menjadi gerakan yang massif di tengah masyarakat.

“Gerakan Gali Gasa adalah gerakan yang akan memprovokasi serta mempropaganda masyarakat soal pentingnya menjaga kebersihan,” jelasnya.

Hidayat mengungkapkan Satgas K5 yang terbentuk pada tiap kelurahan di Kota Palu bertugas untuk mengawal program ini.

“Satgas K5 di kelurahan akan menggerakkan masyarakat untuk membersihkan halaman dan drainasenya masing-masing,” katanya. 

Hidayat menegaskan kebersihan Kota Palu tidak sepenuhnya tanggungjawab pemerintah.

“Masyarakat harus terlibat menjaga kebersihan Kota Palu. Dana PAD kita yang hanya Rp50 Miliar saja realnya tidak bisa seluruhnya untuk program kebersihan,” jelasnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.