Monday, 23 July, 2018 - 19:36

Walikota Palu Kutuk Bom di Surabaya

LAWAN INTOLERANSI - Walikota Palu, Hidayat M.Si saat memberikan sambutan pada acara Deklarasi Melawan Intoleransi, Anti Berita Hoax, Perang Terhadap Narkoba, dan Perang Terhadap Sampah di Lapangan Vatulemo Palu, Ahad 13 Mei 2018. (Foto: M Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Walikota Palu, Hidayat M.Si mengutuk keras pemboman yang terjadi pada tiga gereja di Surabaya, Ahad 13 Mei 2018 dan peristiwa di rumah tahanan Mako Brimob Jakarta.

“Saya sebagai Walikota Palu dan seluruh elemen masyarakat Kota Palu mengutuk keras aksi pemboman gereja di Surabaya pada hari ini dan peristiwa di rumah tahanan Mako Brimob Jakarta,” tegasnya usai acara Deklarasi Melawan Intoleransi, Anti Berita Hoax, Perang Terhadap Narkoba, dan Perang Terhadap Sampah di Lapangan Vatulemo Palu, Minggu, 13 Mei 2018.

Walikota Hidayat menegaskan dirinya bersama forkompimda telah menyatakan sikap tegas untuk melawan segala bentuk intoleransi di Kota Palu.

“Saya bersama Forkompimda telah menegaskan bahwa jangan ada yang mengganggu toleransi, hubungan kemanusiaan masyarakat Kota Palu, karena kita semua harus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Walikota Hidayat menegaskan Kota Palu mengusung tema pembangunan berbudaya dan beradat, dilandasi iman dan taqwa yang merupakan ciri dan nilai bangsa Indonesia yang harus dijaga.

“Dari seluruh elemen masyarakat Kota Palu sudah menyatakan sikap melawan segala bentuk intoleransi di Kota Palu dan Indonesia pada umumnya. Kami juga sudah menyatakan sikap melawan dan tidak takut terhadap terorisme,” tegasnya.

Menurutnya, peran garda pemuda di Kota Palu sangat penting untuk mencegah hal itu.

“FKPK sejak dulu berperan untuk hadir, bertindak dan bersikap pada setiap orang yang mengganggu toleransi, kekeluargaan, dan kegotongroyongan di Kota Palu,” katanya.

“Bahkan kemarin saat terjadi peristiwa di Myanmar, ada yang mencoba mengganggu toleransi di Kota Palu, FKPK langsung turun tangan. Dan hari ini, FKPK dan seluruh elemen pemuda di Kota Palu telah melakukan deklarasi dan menyatakan sikapnya, jangan coba-coba mengganggu toleransi, kekeluargaan dan kegotongroyongan di Kota Palu,” jelasnya.

Sebelumnya, saat memberikan sambutan pada acara deklarasi tersebut, Walikota Palu, Hidayat M.Si mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mengheningkan cipta terhadap dua peristiwa duka nasional, yaitu pemboman gereja dan aksi teroris di mako Brimob Jakarta.   


Editor: Udin Salim