Saturday, 25 February, 2017 - 22:04

Walikota Palu Minta Aktivitas Alat Berat di Poboya Dihentikan

ILUSTRASI - Walikota Palu Hidayat meminta aktivitas penambangan di Poboya dengan menggunakan alat berat segera berhenti. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Walikota Palu Hidayat meminta kepada siapapun yang melakukan penambangan di Poboya dengan menggunakan alat berat dan perendaman sianida segera berhenti.

Dia juga meminta masyarakat ikut mengawasi aktivitas tambang Poboya dan melaporkan  jika masih ada yang membandel. Menurut Hidayat sampai saat ini dia mendapatkan informasi bahwa aktivitas penambangan di Poboya masih terus berjalan.

Padahal, kata dia sudah ada larangan bahwa tidak boleh lagi melakukan aktivitas dengan tambang dengan menggunakan alat berat dan perendaman sianida.

“Saya sudah sampaikan, bahwa jika masih ada yang beraktivitas maka harus diangkat,” tegasnya, belum lama ini.

Lebih lanjut, dia menegaskan tidak satupun orang yang kebal hukum di lokasi tambang yang masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura). Jika ada, maka alat berat yang digunakan harus diturunkan.

“Siapa yang bandel maka harus dihukum, saya tidak pusing siapapun orangnya,” ujarnya.

Larangan aktivitas pertambangan dengan menggunakan sistem perendaman bahan kimia berupa sianida itu akan membunuh warga yang bermukim di dataran rendah di Talise.

Karena itu, pemerintah melarang penambangan tersebut karena dampak yang ditimbulkan bukan sekarang, tetapi akan dirasakan setelah beberapa tahun kemudian. Saat ini saja, kata dia masyarakat Talise  sudah tidak mengkonsumsi air tanah lagi.

“Mana yang mau diselamatkan, orang yang hanya segelintir atau orang banyak berada di dataran rendah. Saat ini masyarakat Talise sudah tidak mau meminum air tanah lagi. Tinggal beli galon mereka,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah masih membangun pos bersama di lokasi Poboya untuk mengawasi aktivitas tambang tersebut. Dia menuturkan bahwa Tahura merupakan tanggung jawab Dinas Kehutanan Kota Palu.

“Jika ada yang saling lempar tanggung jawab. Artinya ada proses pembiaran, seharusnya mereka melakukan rapat. Jangan lempar tanggung jawab, ini merupakan wewenangnya,” pungkasnya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan