Sunday, 23 September, 2018 - 12:59

Walikota: Plt PDAM Palu Fitnah Saya

Walikota Palu, Hidayat M.Si saat konferensi pers bersama Plt PDAM Palu dan jajaran pejabat Pemkot Palu, Rabu, 11 Juli 2018. (Foto: M Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Walikota Palu, Hidayat M.Si mengaku geram dan langsung memanggil Plt PDAM Palu, Kurniawansyah untuk mengkonfirmasi pernyataannya di salah satu media online beberapa waktu lalu, terkait tim sukses Walikota Palu melakukan monopoli 15 proyek dana bansos sebesar Rp3 milyar di PDAM Palu yang saat ini diduga bermasalah oleh pihak penegak hukum.

Di depan Kurniawan, Walikota Hidayat mempertanyakan pernyataannya di salah satu media online tersebut.  

“Pernyataan Plt PDAM Palu ini adalah fitnah terhadap diri saya, mengatakan bahwa kontraktor datang membawa nama Walikota Palu meminta proyek, dan tanpa seleksi diterima oleh Plt PDAM Palu,” kata Walikota Hidayat saat konferensi pers di hadapan awak media bersama Plt PDAM Palu, Rabu, 11 Juli 2018. 

Walikota Hidayat sangat menyayangkan Kurniawansyah tidak berkomunikasi dengan dirinya terkait orang-orang yang datang ke PDAM Palu mengatasnamakan dirinya meminta-minta proyek. 

“Seharusnya Kepala PDAM Palu konfirmasi ke saya,” katanya. 

Selain itu, kata Hidayat, dirinya telah berulang-ulang menegaskan tidak ada pinjam meminjam perusahaan dalam pelaksanaan suatu proyek pembangunan. 

“Harus yang punya perusahaan sendiri yang datang melaksanakan proyek atau ikut lelang,” katanya. 

Dihadapan awak media, Walikota Hidayat pun langsung mempertanyakan kepada Plt PDAM Palu, Kurniawansyah yang berani menerima kontraktor yang tidak memiliki atau meminjam perusahaan untuk mnegerjakan proyek tersebut. 

“Kenapa kamu berani memberikan proyek itu tanpa direkturnya langsung,” katanya.

Walikota Hidayat menegaskan bahwa dirinya telah meminta Kapolres Palu melalui tipikor untuk memeriksa tuntas persoalan di PDAM Palu itu.

“Tadi saya menelepon langsung Kepolres Palu agar memeriksa tuntas, jangan ada yang disembunyikan dalam mengusut persoalan di PDAM Palu ini,” katanya. 

Walikota Hidayat juga meminta pihak tipikor Polres Palu untuk memeriksa peruntukan dana bansos Rp3 milyar tersebut, apakah tersalurkan dengan benar.

“Saya juga meminta tipikor untuk memeriksa apakah benar dana bansos tersebut ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)? Karena dari data yang ada, banyak dana tersebut diperuntukan untuk menyambung jaringan air pada perumahan atau property, padahal seharusnya itu ditanggung oleh pihak pengembang atau developer. Saya minta ini juga diusut tuntas,” tegasnya.

“Yang jelas ini adalah fitnah yang dilakukan Plt PDAM Palu kepada saya. Saya tidak senang dengan fitnah ini. Berangkali setiap orang gila datang kepada Plt PDAM Palu mengatasnamakan Walikota, dia langsung terima tangani proyek. Ini tidak benar. Kamu tidak bukti apa-apa,” tegasnya.

Walikota Hidayat pun meminta Asisten II Sekretariat Pemerintah Kota Palu, Imran Lataha untuk memberikan sanksi kepada Kurniawansyah.

“Saya minta Bapak Imran memberikan sanksi tegas kepada Kurniawansyah terkait pernyataannya ini. Ini adalah fitnah besar terhadap saya. Jumlah proyek di PDAM Palu atau nilainya pun saya tidak pernah tahu. Kamu kok tiba-tiba bilang bahwa yang melaksanakan proyek itu tim sukses saya. Saat ini tim sukses sudah tidak ada. Tim sukses itu ada waktu pilkada saja. Sekarang yang ada hanya Tim Pendamping dan Forum Libu Todea,” jelasnya.

Dikutip dari portal sulawesi.com, pada 2017, PDAM Kota Palu mendapat suntikkan dana bansos sejumlah Rp.3.000.000.000. Dana yang  bersumber dari alokasi dana hibah pemerintah pusat itu, akan digunakan untuk pembuatan sambungan jaringan air minum dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)Kota Palu.

Dana Bansos tersebut dipecah menjadi 15 paket pekerjaan penunjukan langsung oleh rekanan PDAM Palu. Tetapi pekerjaan yang dilakukan rekanan tersebut diduga bermasalah, karena sebagian pemilik perusahaan yang mendapat pekerjaan tersebut tidak mengetahui perusahaannya mendapat pekerjaan paket tersebut. Artinya 15 paket pekerjaan tersebut dikerjakan oleh perusahaan pinjaman.

Kurniawansyah pun mengaku dirinya saat ini telah diperiksa oleh penyidik tipikor Polres Palu.

“Kami memang dimintai keterangan terkait beberapa hal dalam pengelolaan PDAM ,termasuk penggunaan dana bansos Rp3 milyar tahun 2017,untuk sementara tidak ada masalah,“ ujarnya.

Menurutnya, jika pekerjaan pengadaan tersebut bermasalah,maka otomatis dana transfer dari pusat tidak akan cair.

“Kalau bermasalah harusnya sejak awal sebelum saya menjabat,jika bermasalah dana tersebut tidak bisa cair,buktinya desember tahun kemaren (2017) cair dananya,“ pungkasnya.

Dirinya pun menyebutkan jika para kontraktor yang mengerjakan 15 paket pekerjaan tersebut mengklaim dirinya sebagai tim sukses Walikota Palu. 

“Begini pak,kami juga di PDAM Palu, jika orang datang membawa namanya Pak Walikota kami pasti segan,kami harus kasih makan orang pro pronya Pak Wali,“ ungkapnya.