Tuesday, 23 May, 2017 - 17:07

Wapres Saksikan GMT dari LG OLED TV

SAKSIKAN LEWAT TV - Wapres Jusuf Kalla menyaksikan proses terjadinya gerhana matahari total melalui LG OLED TV yang terpasang di pusat pengamatan GMT di desa Kotapulu, Kabupaten Sigi, Sulteng, Rabu 9 Maret. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan gerhana matahari total (GMT) di desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu 9 Maret. Wapres didampingi Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola serta sejumlah pejabat lainnya.

Pada kesempatan itu, Wapres Jusuf Kalla berkesempatan melihat layar monitor siaran langsung GMT hasil kerjasama dengan BMKG, Telkom dan PT LG Electronics Indonesia. Kehadiran sejumlah unit LG OLED (Organic Light Emitting Diode) TV itu membantu para undangan untuk menyaksikan proses GMT lebih jelas.

Pantauan Metrosulawesi, Wapres Jusuf Kalla sempat beranjak dari tempat duduknya menghampiri salah satu monitor LG OLED TV yang terpampang di depannya.

Branch Manager PT LG Electronics Cabang Makassar, Iwan Sutanto mengatakan, kehadiran PT LG Electronics Indonesia pada event tersebut merupakan salah satu bagian dari kepedulian manajemen untuk mendukung acara tersebut.

“Hadirnya LG OLED TV dengan keunggulan teknologinya menawarkan sensasi lebih bagi masyarakat untuk menikmati berbagai momen dalam gerhana matahari total,” ujar Iwan Sutanto, Rabu 9 Maret.

Lebih lanjut ia menyatakan, keputusan memboyong LG OLED TV sebagai bagian partisipasi LG ini tak lepas dari keunggulannya dalam menampilkan gambar dengan warna lebih dramatis dibanding dengan kategori TV lainnya.

OLED merupakan teknologi panel layar terkini yang diterapkan pada TV. Berbeda dengan teknologi pada panel layar datar sebelumnya, LCD dan LED, OLED tak memerlukan rangkaian lampu sebagai pencahayaan belakang untuk menampilkan gambar. Sebagai gantinya, masing-masing LED (Light Emitting Diode) di dalamnya memiliki kemampuan menghasilkan pencahayaan sendiri secara organik.

Keunikan ini membuat LG OLED TV memiliki kelebihan dalam hal rasio kontras (contrast ratio). Sebagai informasi, rasio kontras merupakan perbedaan tampilan dalam hal intensitas antara warna hitam tergelap dan warna putih yang paling terang pada sebuah layar. Biasanya ditunjukkan dengan perbandingan semakin tinggi rasio kontras akan sama artinya dengan semakin tinggi detail yang dapat ditampilkan di daerah-daerah gelap pada layar.

Ketiadaan pencahayaan belakang membuat LG OLED TV memiliki kemampuan untuk menghasilkan warna hitam paling pekat dibanding dengan panel TV lainnya. Di bagian lain, pencahayaan organik ini juga mampu menghasilkan warna putih paling terang. Lebarnya bentang varian warna hitam dan putih inilah yang membuat LG OLED TV mampu menghasilkan gambar lebih detail bahkan dalam latar gambar bernuansa gelap.

“Kemampuan menyajikan detail meskipun dalam nuansa gelap inilah yang belum da-pat ditandingi panel TV yang ada di pasaran saat ini. Kemampuan yang membuat OLED TV dikatakan sebagai TV masa depan,” ujar Iwan lagi.
 
Apalagi, menurutnya, LG OLED TV juga telah mengadopsi teknologi pewarnaan 4 color pixel. Keberadaan teknologi ini membuat LG OLED TV mampu menghasilkan sebuah gambar cerah dengan akurasi warna lebih baik.

Dengan segala kelebihan ini, Iwan percaya kehadiran LG OLED TV di tengah pesta masyarakat Palu dalam menyaksikan gerhana matahari total semakin meriah. Alasannya, meskipun seluruh orang akan terdorong menyaksikannya secara langsung, keterbatasan peralatan dapat membuat seseorang kehilangan momen perjalanan gerha-na matahari total.

Sementara sebagian orang bakal memilih merekamnya dengan menggunakan kamera canggih, baik dalam format foto maupun video, untuk menyaksikan ulang di kemudian waktu.

“Yang menjadi masalah adalah kemampuan layar yang digunakan untuk menyaksikan momen yang baru bakal berulang 33 tahun lagi ini. Dengan kelebihan yang ada pada LG OLED TV, momen gerhana matahari total dapat disaksikan pada layar ka-pan pun dalam warna dramatis tanpa kehilangan detail,” ujar Iwan.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.