Wednesday, 19 September, 2018 - 11:05

Warga Blokade Akses Jalan KTM

TUTUP JALAN - Pemilik lahan Berry (kiri) dan H Thamrin (berdiri di tengah memegang sertifikat) saat memblokasi jalan jalur dua menuju KTM, Senin 9 Juli 2018. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.com - H Thamrin, warga Morowali memblokade jalan menuju kompleks Kota Terpadu Mandiri (KTM), Senin 9 Juli 2018. Dia mengklaim anaknya bernama Berry adalah pemilik lahan yang kini menjadi jalan umum tersebut.

H Thamrin kecewa karena sebelum lahan  digunakan untuk jalan, Pemerintah Kabupaten Morowali pada masa jabatan Anwar Hafid-SU Marunduh akan memberikan ganti rugi. Tapi, tanggung jawab itu diabaikan.

Pemilik lahan juga mengakui memiliki sertifikat atas tanah yang diterbitkan pada tahun 2002 silam sebagai bukti kepemilikan.

Dia megungkapkan, selama belum diganti rugi, lahan sesuai ukuran yang tertera di sertifikat tidak akan boleh lagi digunakan untuk jalan. Menurutnya tanah tersebut tidak diperoleh dengan cuma-cuma, melainkan semua hasil dari pembelian.

"Antara bulan 9 dan 10, tahun 2017 kemarin, waktu itu Pak Anwar Hafid Bupati Morowali dia sendiri yang menjanjikan menyelesaikan lahan milik kami. Sekarang jabatannya selesai tapi belum ada tanda-tandanya," ujar H Thamrin kepada beberapa media ditemui di lokasi pemalangan jalan.

Dia tidak memberikan kepastian kapan waktu untuk masalah lahan dapat digunakan lagi sebagai jalan. Semua masih tergantung sikap dari pada pihak pemerintah menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai perjanjian yang pernah disepakati.

"Kalau ukuran tanahnya kurang lebih 200 meter. Lahan ini mulai digunakan oleh Pemerintah Morowali untuk jalan pada tahun 2007 silam. Kalau pemilik lahan ini adalah anak saya namanya Berry yang dibelinya pada tahun 1997 silam. Anak saya tinggal di Desa Tondo Kecamatan Bungku Barat," urai H Thamrin.

Tahap awal pemalangan jalan masih menggunakan batang-batang kayu dan bambu dan sembari menunggu reaksi dari Pemerintah Morowali. Pemilik lahan juga berencana akan menambah lagi dengan material batu untuk menutup akses jalan masuk di lahannya.     

 

Editor: Syamsu Rizal