Saturday, 18 August, 2018 - 19:57

Warga Desak DPRD dan Pemda Morowali Cabut IUP PT TPI

Massa GERAM terkait masalah PT TPI diterima Komisi III di ruang aspirasi, gedung DPRD Morowali, Senin (27/10/2014). (Foto : Ahyar Lany)

Morowali, Metrosulawesi.com – Sekitar seratusan warga yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) PT Total Prima Indonesia (TPI), menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Morowali, Sulteng, Senin (27/10/2014).

Warga yang berasal dari wilayah Desa Tangofa, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali itu, dipimpin beberapa aktivis, antara lain Abdul Jamil, Asnan As’ad, Idrus, Akrif Peohoa, dan lainnya.

Massa Geram diterima langsung Ketua DPRD Morowali Ambo Dalle, Ketua Komisi III Asgar Ali, Wakil Ketua Komisi III Kuswandi, serta anggota Komisi III Hj Mildan. Pertemuan dilakukan di Ruang Aspirasi, Gedung DPRD Morowali.

Dalam pernyataan sikap Geram menilai, sekitar dua tahun sembilan bulan PT TPI telah menelantarkan lahan masyarakat, yang berdampak terhadap mandeknya perekonomian warga desa di lingkar tambang. Bahkan, ganti rugi lahan belum sepenuhnya terbayarkan.

“Termasuk dana CSR dan gaji karyawan belum sepenuhnya dipenuhi. Pihak perusahaan juga selama ini menutup ruang komunikasi dengan masyarakat. Ini bentuk pembodohan terhadap masyarakat,” sebut korlap Geram, Asnan As’ad.

Geram juga menyebutkan adanya perjanjian tertulis yang pernah dibuat Forum Komunikasi Masyarakat Tangofa (FKMT) dengan pihak PT TPI. Tapi, Geram menganggap, bahwa perjanjian tertulis itu justru diingkari dan tidak diakui oleh pihak perusahaan.

Olehnya, Geram menyampaikan tiga tuntutan, antara lain ; Pertama, mendesak DPRD Morowali untuk mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah, untuk segera mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT TPI.

Kedua, mendesak bupati Morowali untuk segera mencabut IUP PT TPI, dan mengembalikan hak penguasaan atas tanah kepada masyarakat Desa Tangofa. Ketiga, mendesak bupati Morowali untuk segera mencabut semua IUP yang ada di wilayah lingkar tambang Kecamatan Bungku Pesisir.

 
Editor : Subandi Arya