Friday, 20 July, 2018 - 01:45

Warga Keluhkan SPBU di Bahomahoni Dikuasai Jeriken

JERIKEN - Banyak pembeli BBM di SPBU Desa Bahomahoni Kecamatan Bungku Tengah menggunakan jeriken. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.com - Masyarakat di Morowali terus mengeluhkan pelayanan Stataion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU),di Desa Bahomahoni Kecamatan Bungku Tengah. Pelayanan SPBU sendiri menjadi keluhan para pemilik kendaraan roda dua dan empat.

Keluhan pelayanan SPBU terjadi saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) SPBU sedang berlangsung, pihak SPBU kesannya mendahulukan pengisian ke dalam jeriken kepada warga masyarakat, akibatnya pemilik kendaraan sebagian  tidak mendapat lagi jatah BBM.

Pemilik jeriken merupakan warga yang sudah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah setempat yang diberi izin melakukan pengisian sesuai ukuran yang direkomendasikan.Dari jeriken, BBM dipindahkan pemiliknya ke dalam botol kemudian dijual eceran botol.

Seorang pemilik kendaraan di Morowali mengaku kerap tidak dapat BBM di SPBU pada saat pengisian,untuk memperoleh BBM,maka terpaksa memilih alternatif lain menghampiri lapak pedagang eceran botol yang biasa menjual dipinggir jalan.

"Tidak kebagian mengisi BBM bukan hanya dialami oleh pemilik kendaraan di Morowali.Tapi,kendaraan datang dari luar Morowali pun pernah merasakan," ujar pemilik kendaraan yang mengaku tinggal di Desa Bahodopi.

Meski tidak dalam kondisi mengalami kelangkaan ketersediaan BBM premium dan solar di SPBU di Kabupaten Morowali kesulitannya terus dirasakan masyarakat pemilik kendaraan apabila pemilik jeriken menumpuk untuk memperoleh jatah isi sesuai kebutuhan.

"Pihak Kepolisian TNI bersama Pol PP sudah berulang-ulang kali melakukan penertiban.Tapi nampaknya, SPBU lebih dikuasai oleh pengisi jeriken pemegang rekomendasi," kata pemilik kendaraan menambahkan.

Sementara itu,Pengawas SPBU di Bahomohoni,Max mengakui bahwa tidak dapat membendung para pengantri BBM, karena waktu pengisian hampir semua pemilik jerigen datang dan meminta satu persatu-satu secara berantrean untuk dilayani.

"Ini sudah menjadi permasalahan di daerah Morowali dan kami tidak bisa berbuat apa-apa.Malahan kalau saya banyak bicara,sebaliknya diancam sama pengantri.Saya angkat tangan kalau menertibkan di SPBU," ungkapnya kepada media belum lama ini.

Max menyebutkan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan oleh pemerintah ada yang diberikan mencapai 900 liter pada satu rekomendasi,dan untuk mengatasi masalah yang terjadi kiranya pemerintah perlu mengkaji lebih jauh permasalan.

“Saya usulkan,pemerintah bisa melobi ke Pertamina menambah kuota BBM di SPBU dan bila perlu pemerintah daerah datangkan investor untuk membangun satu lagi SPBU.Di Morowali,BBM sudah merupakan salah satu bahan yang setiap harinya selalu menjadi kebutuhan masyarakat," ujarnya.   

 

Editor: Syamsu Rizal