Monday, 18 June, 2018 - 19:49

Warga Minta Jalan Beteleme-Wawopada Segera Diaspal

Poros jalan yang sudah sekian bulan dibiarkan dimana di tempat rawan tidak dipasang tanda pengaman dan belum ada tanda-tanda pengaspalan. (Foto : Alekson Waeo/ Metrosulawesi)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Tokoh masyarakat Kecamatan Lembo meminta kepada Bupati Morowali Utara, Ir. Aptripel Tumimomor, MT agar mendesak kontraktor dalam proyek pelebaran jalan Beteleme-Wawopada yang menggunakan material tanah domato untuk segera melakukan pengaspalan jalan tersebut.

‘Kami meminta agar Bupati Morut mendesak kontraktor pelebaran jalan tersebut yang sudah tiga bulan ini membiarkan jalan yang ditimbun material tanah domato hingga musim hujan berlumpur dan saat musim panas debu tanah beterbangan hingga mengancam warga disekitar proyek itu diserang penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan),’’ jelas Septian, warga Desa Beteleme.

Menurut Septian pihaknya dalam sebulan lalu sempat bekerja dalam pembuatan saluranatau drainase, namun ia berhenti karena sakit, sering batuk-batuk karena saluran pernapasan terganggu serta tenggorokan sakit bila menelan sesuatu, dari keterangan dokter ia terserang gejala penyakit infeksi saluran pernapasan akibat debu yang sudah sekian lama dihirup, karena kontraktor jalan ini tidak selalu melakukan penyiraman jalan seperti proyek pelebaran jalan Beteleme Tompira Bunta yang setiap hari mobilnya menyiram jalan.

Sementara itu pihak PU juga mengaku telah banyak menerima keluhan warga soal jalan berlubang seperti rak telur ayam dan debu beterbangan jika musim kemarau karena kontraktor ini menggunakan tanah domato, sementara kontraktor Beteleme Tompira Bunta yang sudah hampir rampung melakukan pengaspalan ini menggunakan pasir yang telah disaring, patut dicontoh kontraktor lain.

Menurut Septian, warga kecewa, sebab kontraktor asal Jakarta ini tetap dibiarkan menggunakan tanah domato dan pemasangan drainase atausaluran juga menggunakan batu domato yang jika dibanting hancur lebur.


Editor : Masruhim Parukkai