Sunday, 23 July, 2017 - 07:01

Warga Morut Menanti Bupati Lantik Pejabat Eselon II

Bupati Morowali Utara, Aptripel Tumimomor. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Kolonodale, Metrosulawesi.com – Warga di Morowali Utara menanti Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor untuk kembali melantik pejabat eselon untuk mengisi kekosongan pada beberapa SKPD, setelah  dua kali pelantikan pejabat esalon II, III dan IV oleh Bupati Morut, Aptripel Tuninonor, dilaksanakan pada Jumad 6 Januari 2017 lalu, dan esalon IV pada Jumad 20 Januari 2017 lalu. Saat ini beberapa pejabat eselon II masih lowong diantaranya untuk jebatan para kepala puskesmas, kepala sekolah dan personil RSUD Kolonodale.

Tokoh masyarakat Toraja Pither Bandaso yang juga mantan wartawan di beberapa penerbitan media di Makassar ditemui Metrosulawesi di kediamannya mengatakan, momentum pelantikan ini yang sempat tertunda beberapa kali dan menimbulkan berbagai spekulasi dan polemic,  adalah salah satu ukuran kinerja Bupati terjawab sudah dan perlu diapresiasi semua pihak, karena penempatan setiap SKPD sudah terlihat ada rasa keadilan.

"Artinya kalau kita melihat secar aumum, sudah hampir terwakkili semua etnis suku yang ada, lewat penempatan jabatan tidak ada yang terlupa, walaupun yang terjadi sebelum pelantikan pejabat, diantara pejabat yang masih menduduki jabatan kekhwatiran seperti momok yang menakutkan," katanya belum lama ini.

Jika Bupati Aptripel Tumimomor memberlakukan sistim non job, katanya, tetapi kenyataan tidak satupun yang diberlakukan demikian, kecuali yang pernah tersandung kasus pidana. Hal ini  menandakan sosok Bupati lebih mengedepankan rasa kemanusiaan, karena hatiny amulia.

Secara tegas, Pither Bandaso mempertanyakan hadirnya pemimpin yang diawali putra daerah Mori menandakan, bangkitnya kembali Mori dan berbagai aspek kehidupan, akan mampukah pemerintah ini bisa bertahan dan berjala nmulus kedepan.

"Karena orang Mori akhir-akhir ini sudah banyak diwarnai pertentengan, perbedaan pandangan, saling tidak percaya, seakan persatuan dan kesatuan tidak terlihat bahkan hampir punah," tambahnya.

Tokoh masyarakat Toraja yang sudah menjadi orang Mori, karena istrinya dari suku Mori ini menghimbau, apa yang kita raih dengan susah payah justru bisa kita jadikan sebagai wadah perekat untuk bisa kembali, mempersatukan kita dari berbagai perbedaan pendapat, dan jika ada masalah, mari kita duduk semeja untuk membicarakan dan mencari solusinya.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.