Sunday, 24 September, 2017 - 16:49

Warga Sigi Kesulitan Dapat Elpiji 3 Kg

ILUSTRASI - Kong kalingkong antara pihak pangkalan dengan pengecer diduga menjadi salah satu penyebab langkanya gas elpiji 3 kg di kabupaten Sigi. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Pasca Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg.

"Kalaupun ada hanya di kios tertentu dan harganya pun mahal," kata Ny Ros, seorang warga di Desa Jonoge, Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, Kamis 29 Juni 2017.

Ia mengatakan justru di pangkalan pengecer resmi, stok elpiji bersubsidi itu kosong. Tetapi sangat ironisnya, di tingkat pengecer justru persediaan elpiji 3 kg cukup banyak.

"Tapi ya harganya yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah," kata ibu rumah tangga itu.

Keluhan senada juga disampaikan Markus, warga Biromaru. Ia juga mengatakan elpiji bersubsidi di wilayahnya sangat langka.

"Kalau di tingkat pangkalan, sudah beberapa hari ini kosong," kata dia.

Tetapi di kios-kios stok elpiji masih banyak, namun harganya melambung tinggi. Para pengecer menjual elpiji 3kg rata-rata Rp35.000/tabung.

Sementara HET elpiji 3kg yang ditetapkan pemerintah berkisar Rp16.000/tabung.

Mereka mendasak pihak PT Pertamina dan juga Pemkab Sigi untuk melakukan sidak ke pangkalan, jangan-jangan ada kong kalingkong dengan pengecer.

Pengecer, kata Markus mendapatkan elpiji bersubsidi tentu dari pangkalan karena Pertamina melalui agen/distributor mendistribusikan ke pangkalan, bukan pengecer.

Berarti, kata dia, jika di kios pengecer stok tersedia dan di pangkalan justru habis, maka perlu dipertanyakan dan perlu ditindak lanjuti.

"Mungkin saja pangkalan melayani pengecer demi mendapatkan keuntungan besar," kata Markus.

Karena itu, sebaiknya, Pertamina dan Pemkab Sigi melakukan sidak ke pangkalan dan pengecer agar bisa diketahui apa sebenarnya yang menyebebkan kelangkaan elpiji di pangkalan. (ant)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.