Wednesday, 26 April, 2017 - 16:23

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Warga Sigi Protes Debat Calon Bupati Digelar di Palu

DEBAT - Empat Paslon Bupati/Wakil Bupati Sigi saat mengikuti debat yang digelar di Hotel Santika Palu. (Foto : FB Nurmiati Habibu)

Sigi, Metrosulawesi.com – Debat kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati Sigi yang dilaksanakan oleh KPU Sigi di sebuah hotel di Kota Palu beberapa waktu lalu, mendapat kritik keras warga Sigi. Pasalnya, kampanye debat kandidat yang digelar KPU setempat tidak digelar di Kabupaten Sigi.

Salah satu relawan pasangan calon nomor urut 2, Aspar Lapondo menilai, kampanye debat kandidat Sigi yang digelar di Palu tidak tepat, karena yang akan memilih pasangan calon bupati dan wakil Pilkada Sigi adalah warga Sigi, bukan warga Palu.

"Masih ada gedung DPRD Sigi di Sidera yang layak untuk debat kandidat, kenapa tidak disitu, mestinya persoalan Sigi dibicarakan di Sigi," ujar Aspar kesal.

Demikian halnya  Reza (30) warga Desa  Mpanau, sangat menyayangkan kegiatan debat tersebut laksanakan di luar wilayah Kabupaten Sigi.

“Padahal masih banyak lokasi atau tempat untuk melaksanakan debat kandidat di wilayah kita, apa yang perlu dikhawatirkan ketika dilaksanakan di Sigi, di lapangan terbuka sekalipun bukan menjadi masalah,” kata Reza.

Ia  melihat, penyelenggaraan Pilkada hanya memanfaatkan penggunaan dana agar habis terpakai, sementara bukan seperti itu yang diinginkan masyarakat, akan tetapi masyarakat mengharapkan bahwa debat tersebut memiliki efek langsung bila dilaksanakan di daerah sendiri.

“Serasional apapun KPU menjelaskan, tidak akan bisa diterima secara akal sehat masyakarat, makanya di tahap berikutnya harus dilaksanakan di Sigi, dan Paslon juga harus memiliki sikap untuk menolak bila debat berikutnya dilakukan di luar wilayah Kabupaten Sigi,” kata Reza.

Persoalan lain juga adalah, dana pelaksanaan Pilkada Sigi yang tidak lain bersal dari APBD Sigi dan seharusnya dibelanjakan di wilayah Sigi bukan pada daerah lain, karena sudah pasti pajak maupun hal-hal yang terkait dengan kegiatan itu akan diuntungkan daerah pelaksana.

”Ini harus dijadikan dasar evaluasi KPU Sigi, dan setahu saya Bupati Sigi pernah mengeluarkan regulasi bagi penggunaan dana APBD Sigi yang masih dapat dibelanjakan di Sigi harus dibelanjakan di Sigi, sehingga dapat menghidupkan perekonomian yang ada di Sigi. Olehnya kita meminta debat kandidat berikutnya, KPU Sigi dapat dilaksanakan di wilayah Sigi, dan kita juga menginginkan agar kandidat memiliki komitmen bersama bila mereka bersama rakyat, untuk menolak kegiatan yang sama yang dilakukan oleh KPU Sigi bila itu dilaksanakan di luar wilayah Sigi,” tegasnya.

Menanggapi sorotan warga, sekretaris KPU Sigi, Anwar mengaku sebenarnya kegiatan debat kandidat ingin digelar di Sigi, namun fasilitas yang dimiliki di Sigi belum ada yang memadai, baik itu gedung maupun listrik.

"Kondisi listrik saat ini sering mati lampu, nah sementara debat itu disiarkan langsung, ketika mati lampu butuh hitungan detik agar lampu dapat menyala kembali," ujar Anwar.

Menurut Anwar, bisa saja debat kandidat digelar di Sigi, tapi dilakasankan sore hari saat beban listrik tidak dalam posisi puncak.

"Tapi nantilah kita kordinasikan kembali dengan pasangan calon bersama partai pengusung," kata Anwar disela-sela acara debat.

 

Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.