Monday, 24 April, 2017 - 21:35

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Warga Sojol Keluhkan Tarif Pulsa Listrik Boros

ILUSTRASI - Tarif pulsa listrik. (Grafis : Google image)

Donggala, Metrosulawesi.com - Sejumlah masyarakat di Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengeluhkan tarif pulsa listrik pra bayar yang dianggap boros. Selain itu, masyarakat juga menduga ada mafia di balik penjualan token pulsa listrik oleh pihak PLN di sana.

Kepada Metrosulawesi sejumlah masyarakat di Kecamatan Sojol mengaku kesal dan geram terhadap pelayanan yang diberikan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bertugas di wilayah mereka. Pasalnya, Selain listrik yang hanya beroperasi selama 6 jam dalam sehari (pukul 06.00 hingga 00.00 Wita), listrik di sana juga sering padam, bahkan hingga empat kali dalam semalam.

Sementara masyarakat sebagai konsumen PLN juga harus membayar atau membeli pulsa listrik lebih mahal ketika sering terjadi pemadaman. Hal ini membuat sejumlah masyarakat di sana bertanya-tanya, mengapa justru saat listrik sering padam mereka harus lebih sering mengisi token pulsa listrik jika dibandingkan saat listrik PLN beroperasi normal.

“Saya juga heran pak, kenapa kalau itu lampu sering mati justru kita punya pulsa listrik juga cepat habis. Dulu waktu kita pake kilometer, kita cuma bayar satu bulan itu Rp 30 ribu. Sekarang kita isi pulsa Rp 50 ribu itu dipake cuma lima hari atau satu minggu habis lagi,” ungkap Alimudin, warga Desa Balukang 1 kepada Metrosulawesi, Selasa 18 April 2017.

Padahal, kata dia, pemakaian hanya untuk televisi dan beberapa bola lampu saja.

“Itu kalau sudah begitu, sudah sama dengan industri (pemakaian listriknya) kita pak,” ujarnya.

“Ada juga yang isi pulsa Rp 50 ribu yang terisi malah ada cuma Rp 10 ribu, ini sebenarnya bagaimana?, kita belinya sama pihak PLN di sini pak,” kata dia.

Hal ini dibenarkan juga oleh Hasdir, salah seorang warga Desa Tonggolobibi.

Masyarakat menduga pihak yang menjual token listrik pra bayar sengaja mengisi token pulsa listrik tidak sesuai dengan yang dibeli oleh masyarakat itu sendiri alias ada mafia yang sengaja memainkan.

“Pokoknya, PLN di sini tidak normal pak, biasanya sampai empat kali satu malam mati (padam),” tandasnya.

Sebelumnya pihak PLN menyebut berencana akan menambahkan daya di daerah ini dan tenaga listrik akan beroperasi selama 24 jam dalam waktu dekat. Menanggapi hal ini masyarakat berharap segera bisa terealisasi.

“Alhamdulillah kalau bisa seperti itu pak, tapi kita juga berharap supaya PLN bisa perhatikan kenapa kita bisa beli pulsa listrik Rp 50 Cuma bisa dipake satu minggu saja,” kata warga Sojol itu.

Sementara itu, Kepala PLN Cabang Palu, Emir Muhaimin menyebut harga antara meteran biasa dengan pulsa (listrik prabayar) sebenarnya biayanya sama saja.

“Biaya per KWH juga sama,” kata Emir saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

“Tidak bisa dijelaskan kalau tidak dicek ke sana mas, lokasi tepatnya di mana? Nanti saya minta petugas PLN Rayon Tambu (pihak PLN yang menanganai wilayah Sojol) ke sana untuk cek langsung. Intinya harga per KWH sama,” kata dia.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.