Saturday, 23 June, 2018 - 01:31

Warga Soroti Proyek Rp2 Miliar Pantai Malomba

DISOROTI - Proyek pengaman pantai di Desa Malomba Kecamatan Dondo yang diduga bermasalah. (Foto: Aco Amir/ Metrosulawesi)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Proyek pengaman pantai tahun 2017 di Desa Malomba, Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli, senilai Rp2.097.718.000, yang dikerjakan CV Multi Solution, diduga bermasalah.

Pembangunan penangkal ombak yang bersumber dari dana bencana alam yang melekat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli.

Proyek tersebut dikerjakan perusahaan asal Palu itu dalam spesifikasi seharusnya menggunakan batu ukuran besar (batu gajah). Namun pada kenyataannya hanya menggunakan batu yang ukurannya kecil.

“Kalau benar speknya menggunakan batu gajah, kenapa hanya pakai batu gunung ukuran kecil dan mudah hancur,” ungkap Rahmad, warga Desa Malomba, kepada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Multi Soluntion itu tidak menutup kemungkinan bisa bertahan lama. Sebab kualitas batu yang digunakan sebagai penahan ombak merupakan batu gunung yang bercampur kapur.

“Kemungkinan besar kualitas batu yang digunakan besar tidak akan bertahan lama, karena berpotensi menimbulkan rongga akibat susut sehingga gampang rusak,” jelas Rahmad.

Padahal bila dibandingkan dengan kualitas pekerjaan yang sama di desa lain kualitasnya berbeda jauh. Hal tersebut diketahui dari struktur dan  bentuk batu.

“Mengapa pekerjaan yang ada di desa lain sangat berbeda batunya, dengan pekerjaan yang ada di desa kami, kalau di desa lain itu menggunakan pasangan batu gajah yang memang  ukurannya besar-besar,” katanya.

Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) BPBD Tolitoli, Vidia Puteta yang hendak dikonfirmasi melalui telepon, Senin 26 Februari 2018 tidak berhasil. Sementara pihak pelaksana proyek Valen asal Kota Palu, saat dihubungi lewat ponselnya beberapa waktu lalu enggan memberikan keterangan panjang kepada media.

"Mohon maaf pak, semua urusan pekerjaan proyek saya yang ada di Kabupaten Tolitoli saya saya percayakan kepada orang saya bernama Yoli, jadi silahkan hubungi dia saja pak," jelas Vallen.

Sementara itu Yoli dihubungi Senin 26 Februari 2018 mengatakan, bahwa soal teknis pekerjaan itu bukan kewenangannya. Dia menyilakan ditanyakan ke instansi terkait.

Ketua LSM Aliansi Indonesia Kabupaten Tolitoli Hendry Lamo belum lama ini mengatakan jika memang proyek tersebut kuat dugaan menyalahi spek, maka itu bisa menjadi pintu masuk penegak hukum untuk mengambil tindakan penyelidikan lanjut.

"Setahu saya pengertian batu gajah itu ukurannya besar besar," jelas Hendry Lamo. 


Editor: Syamsu Rizal