Sunday, 22 July, 2018 - 12:57

Waspada, “Kubangan Kerbau” di Jalan Tomata-Saemba

RUSAK - Jembatan darurat yang rusak parah. (Foto: Alekson Waeo/ Metrosulawesi)

Morut, Metrosulawesi.com - Beberapa titik di ruas jalan poros Tomata-Gontara-Saemba Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara, rusak parah. Kondisi ini dikeluhkan warga karena kerusakan hampir merata.

Beberapa titik badan jalan amblas dan bergelombang. Pada musim hujan seperti saat ini, lubang jalan bagaikan kubangan kerbau. Selain itu, jembatan darurat yang diupayakan masyarakat beberapa waktu lalu sudah tidak dapat dilalui kendaraan besar karena semakin parah.

Yanis P, warga Desa Gontara kepada Metrosulawesi mengungkapkan banyak truk terperangkap hingga bermalam beberapa hari di jembatan darurat. Menurutnya, sudah hampir setahun ini belum ada tanda-tanda penanganan dari pihak PU dan Tata Ruang Kabupaten Morowali Utara.

Yanis mengungkapkan dulu warga Desa Gontara berupaya memperbaiki jembatan atau membuat jembatan darurat. Namun warga memungut biaya bagi kendaraan yang melintas. Namun pihak PU mendatangi warga dan memberi biaya Rp2 juta, alasan PU sudah akan dikerjakan dalam bentuk permanen.

"Tinggal jalan Tomata-Gontara-Saemba ini yang cukup menderita, sudah jalan rusak penuh kubangan, signal pun masih hilang-hilang di daerah ini," ungkapnya kepada Metrosulawesi baru-baru ini.

Masyarakat Desa Gontara sudah sepakat untuk memperbaiki kembali jembatan kayu tersebut dan akan memungut kembali biaya pengembalian bahan material kayu dan lantai jembatan, sambil menunggu kapan Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Morut memenuhi janjinya memperbaiki jembatan dan menimbun sejumlah kubangan tersebut.

“Kami berharap agar pemerintah lebih memperhatikan lagi akses jalan Tomata-Gontara-Saemba. Selain selalu bertaruh lumpur ditambah lagi, lamanya dalam perjalanan kaena harus bermalam menunggu alat berat perusahaan perkebunan kelapa sawit yang selalu menyelamatkan truk besar yang tertanam di daerah itu,” ungkap Yanis P yang mengaku sudah beberapa kali ditanam pohon di poros kubangan itu.


Editor: Syamsu Rizal