Friday, 20 April, 2018 - 22:49

Waspada, Banyak Mobil Terperosok di Poros Jalan Nasional Kolaka-Tomata

KECELAKAAN - Sebuah truk terbalik di poros jalan dan kubangan yang sulit ditempuh kendaraan roda dua. (Foto: Alekson Waeo/ Metrosulawesi)

Morut, Metrosulawesi.com - Poros jalan nasional antara Kolaka-Tomata ibu kota Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara kondisinya semakin parah. Pasalnya di poros ini selain di beberapa titik penuh kubangan, juga ada beberapa longsoran akibat badan jalan bergeser hingga kedalaman sekitar dua meter.

Wartawan Metrosulawesi yang melintas di poros jalan itu pekan lalu menyaksikan sebuah truk asal Makassar Sulawesi Selatan yang memuat barang campuran ini terbalik. Diduga menghindari jalan bergelombang penuh kubangan dan di sekitar itu ada tumpukan tanah domato yang belum sempat diratakan oleh pihak PU (Pekerjaan Umum).

Sang sopir truk, Marwan yang ditemui di lokasi tempat kejadian itu mengungkapkan pihaknya sampai ke lokasi jalan terparah itu sudah malam dan diguyur hujan deras. 

“Sehingga posisi jalan yang penuh air dan tumpukan tanah domato di pinggir jalan menyebabkan truk saya kehilangan keseimbangan akibat muatan yang agak lebih dari kas truk tersebut,” ujarnya.

“Akibat truk terbalik itu, karnet saya menderita luka-luka akibat kaca samping mobil dan sempat terjepit, sementara alat berat yang meratakan tumpukan tanah domato belum bisa membalikan truk tersebut karena menunggu kendaraan lain untuk mengosongkan barang-barangnya,” ujar Marwan yang prihatin dengan kondisi jalan ini.

Sementara itu warga Desa Taende, Marten L juga mengungkapkan di tengah Desa Taende sendiri mengalami rusak parah dan sudah sering truk bermalam di tengah kampung ini karena terperosok dalam lumpur akibat curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi.

Marten juga mempertanyakan kapan kondisi jalan yang semula diaspal mulus ini diperbaiki kembali oleh pihak berwewenang, karena sudah hampir setahun ini kondisi jalan kubangan ini hanya selalu ditimbun namun hal itu memperparah badan jalan semakin sulit dilalui, ujarnya. 

 

Editor: Syamsu Rizal