Saturday, 22 September, 2018 - 09:38

Waspadai Suhu Panas Ekstrem

PANTAU SUHU - Petugas Forecaster on Duty Stasiun BMKG Palu, Riza Utami Renggah memantau prakiraan suhu untuk wilayah Sulteng, Selasa, 11 September 2018. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palu memprakirakan hingga tiga hari kedepan Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu akan dilanda suhu panas ekstrem.

Petugas Forecaster on Duty Stasiun BMKG Palu Riza Utami Renggah menjelaskan berdasarkan pantauannya suhu panas di Kota Palu bisa mencapai hingga 35 derajat celcius. Diprakirakan suhu tersebut akan berlangsung hingga tiga hari kedepan hampir disemua wilayah Sulteng.

“Seperti hari ini (kemarin,red) suhu panas terpantau mencapai 34 derajat celcius di Kota Palu,” jelas Riza kepada Metrosulawesi, Selasa, 11 September 2018.

Dia mengatakan dengan suhu panas mencapai 34 derajat celcius, masyarakat perlu waspada dengan mengurangi aktivitas di luar rumah. Masyarakat harus memperbanyak minum air putih agar terhidar dari dehidrasi. Kota Palu umumnya kata Riza berada disuhu 30 sampai 33 derajat celcius.

“Suhu Kota Palu saat ini sudah termasuk ekstrem karena biasanya paling tinggi hanya 33 derajat celcius saja,” katanya.

Masyarakat perlu waspada rentang jam 10.00 Wita hingga 15.00 Wita, sebab pada saat tersebut suhu panas di daerah ini dalam posisi puncak. Sementara pada pagi dan sore hari, suhu diprakirakan hanya dikisaran 30 sampai 33 derajat celcius.

“Jadi rentang jam 07.00 sampai 10.00 Wita dan 16.00 hingga 18.00 Wita suhu sudah kembali normal antara 30 sampai 33 derajat celsius,” tutur Riza.

“Tapi suhu di Sulteng masih terbilang rendah dibanding daerah Kalimantan baru-baru ini yang mencapai 38 derajat celcius,” lanjutnya.

Dengan potensi suhu panas tersebut, Riza menambahkan Sulteng saat ini bukan dalam musim kemarau. Sebab Sulawesi Tengah, Kota Palu khususnya menurut dia tidak bisa diprediksi musimnya seperti daerah lainnya.

“Saat ini tidak bisa dikatakan musim kemarau hanya saja berada dipotensi suhu tinggi atau kering,” ucapnya.

Salah satu penyebab suhu panas diungkapkan Riza yakni posisi Kota Palu yang berada digaris khatulistiwa. Posisi tersebut berdampak terhadap daerah sekitar seperti Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

“Tentu tidak serta merta suhu panas di Kota Palu disebabkan posisi yang berada digaris khatulistiwa tersebut,” tandasnya.


Editor: M Yusuf Bj