Thursday, 20 September, 2018 - 02:54

Wings Air Buka Rute Palu-Morowali, Terbang Tiga Kali Sepekan

TERBANG PERDANA - Wings Air jenis ATR 72-600 yang melayani penerbangan rute Palu-Morowali tiga kali dalam seminggu. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Wings Air membuka rute Palu-Morowali. Penerbangan dilakukan tiga kali dalam sepekan. Yaitu, Selasa, Kamis dan Ahad.

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air, dalam siaran persnya yang diterima Metrosulawesi, menyebutkan, penerbangan dijadwalkan berangkat dari Bandar Udara Maleo, Morowali,  pukul 09.30 WITA dan tiba di Bandar Udara Mutiara Sis-Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (PLW) pada 10.10 WITA.

“Untuk layanan sebaliknya, akan lepas landas dari Palu pukul 10.40 WITA dan mendarat di Morowali pada 11.20 WITA,” tulis Danang dalam siaran persnya yang diterima Metrosulawesi, Ahad 8 Juli.

Danang mengatakan, kehadiran penerbangan yang dilayani secara berjadwal Morowali – Palu pergi pulang (PP) ini telah melengkapi rute dari Morowali menuju Kendari, Sulawesi Tenggara dan Makassar, Sulawesi Selatan yang dibuka sejak 6 Juli lalu.

Dengan demikian katanya, bagi pelancong dan pebisnis mendapatkan kemudahan perjalanan yang terhubung dengan tiga kota besar yang menyediakan penerbangan lanjutan (connecting flight) bersama Lion Air Group (Lion Air, Wings Air dan Batik Air).

Melalui Palu akan mengakomodir kebutuhan pelanggan dari Morowali untuk dapat meneruskan perjalanan ke berbagai kota, antara lain Cengkareng, Balikpapan, Gorontalo, Manado, Buol, Toli-Toli, Ampana, Luwuk, Makassar, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Kendari, Ambon, Denpasar, Lombok, Jayapura. Kedepannya, jaringan ini akan terus dikembangkan.

Redi Irawan, Operation Director of Wings Air mengungkapkan, peluncuran rute baru Wings Air khusus wilayah Sulteng yang bertujuan untuk menjembatani ibukota provinsi dengan kabupaten. 

“Wings Air berkomitmen dalam upaya membantu pengembangan destinasi wisata dan bisnis di kawasan ini melalui jalur udara. Kesungguhan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Lion Air Group sejalan mendukung program pemerintah guna meningkatkan sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi daerah,” sebut Redi.

Sulawesi Tengah sudah menjadi salah satu hub (penghubung) Lion Air Group. Provinsi ini memiliki tujuh bandar udara dan hadirnya destinasi baru di Morowali telah menunjukkan keseriusan Lion Air Group dalam menjawab tingginya permintaan masyarakat terhadap akses perjalanan udara dan pasar penerbangan di dalam negeri.

Saat ini Lion Air, Wings Air dan Batik Air sudah beroperasi di Bandar Udara Mutiara Sis-Aljufri, Kota Palu dengan frekuensi lebih dari 30 regular flight setiap harinya. Khusus Wings Air sudah melayani berbagai rute di Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Kabupaten Banggai; Kasiguncu di Kota Poso, Tanjung Api di Ampana, Pogogul di Buol; Bandar Udara Sultan Bantilan Tolitoli dan Bandar Udara Maleo, Morowali.

“Lion Air Group sudah lama beroperasi di Sulawesi Tengah, propinsi yang cukup luas ini memiliki infrastruktur yaitu bandar udara di setiap kabupaten. Untuk itu, kami sudah menghubungkan antardaerah dalam mempersingkat waktu tempuh dan mempermudah mobilitas orang serta barang di intra Sulteng maupun dari/ ke Sulteng. Kami menilai, Sulawesi Tengah memiliki keunggulan wisata dan bisnis yang menjadi modal besar seiring pengembangan serta peningkatan daerah, pusat logistik terpadu dan berbagai industri pengolahan di koridor ekonomi Sulawesi,” pungkas Capt. Redi.

Terpisah, Anggota Komisi VII DPR-RI Ahmad M Ali berharap pemerintah meningkatkan pembangunan Bandar Udara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, untuk menunjang percepatan pembangunan daerah setempat.

"Hanya pesawat kecil jenis ATR yang saat ini bisa mendarat di Bandar Udara Maleo, Morowali," ucap Ahmad M Ali, di Morowali, Jumat 6 Juli.

Ia menyebut bahwa saat ini panjang landas pacu Bandar Udara Maleo kurang lebih 1.400 meter, sehingga pesawat jenis boeing belum bisa mendarat di bandar udara tersebut.

Untuk itu, lanjut Bendahara Umum DPP Nasdem itu, perlu ada penambahan pembangunan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu serta terminal penumpang. 

"Kita harapkan ke depan ada bantuan dan intervensi pemerintah untuk menambah pembangunan runway bandara itu," sebut Ahmad M Ali.

Kabupaten Morowali menjadi salah satu daerah penyumbang pendapatan negara terbesar dari sektor pertambangan. Daerah itu dikenal dengan penghasil nikel. Namun, dia mengakui, semenjak belum memiliki bandar udara, Morowali yang kaya itu menjadi terisolasi, karena belum didukung akses perhubungan yang memadai.

"Hadirnya bandar udara ini membuka keterisolasian tersebut. Akses untuk menuju ke daerah lain dari Morowali semakin mudah dan cepat," urai Ahmad M Ali.

Ia mengutarakan hadirnya Bandar Udara Maleo, Morowali memberikan dampak terhadap peningkatan laju investasi yang berujung pada peningkatan ekonomi masyarakat di daerah tersebut. (din/ant)

Tags: