Monday, 23 July, 2018 - 14:17

Yayasan ICI Dukung Unisa Kembangkan Desa Pantai Sehat

PANTAI SEHAT - Ketua Yayasan ICI, Nilam Sari Lawira memberikan sambutan pada acara deklarasi desa pantai sehat berbasis religi, di Desa Kaliburu, Kecamatan Sindue Tambusabora, Kabupaten Donggala, Ahad 13 Mei 2018. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.com - Yayasan Insan Cita Indonesia (ICI) mendukung terobosan Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu deklarasi desa pantai sehat berbasis religi, di Desa Kaliburu, Kecamatan Sindue Tambusabora, Donggala, Ahad 13 Mei 2018.

“Kegiatan tersebut patut diapresiasi karena baru pertama dibuat di Sulawesi Tengah dan cukup memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar Ketua Yayasan ICI, Nilam Sari Lawira kepada wartawan belum lama ini.

Melihat manfaatnya, lanjut Nilam, pihak Unisa tentunya tidak hanya memfokuskan kegiatan tersebut di satu lokasi melainkan bergilir ke lokasi atau desa yang dianggap potensial. Ia menyebut, Kabupaten Donggala memiliki pesisir pantai yang cukup luas dan tentunya potensial untuk dikembangkan. Pemerintah daerah pun katanya harus bekerjasama dan mendukung pihak atau mitra yang melaksanakan program tersebut.

Dosen Fakultas Pertanian Untad ini juga secara khusus menyatakan siap bekerjasama dengan pihak Unisa dalam program desa pantai sehat berbasis religi. Program itu, katanya, sejalan dengan program yang dijalankan pihak Yayasan Insan Cita Indonesia khususnya di bidang pendidikan dan sosial keagamaan.

Hanya saja, ia meminta agar program tersebut bisa disosialisasikan lebih intensif sehingga masyarakat bisa lebih memahami tujuannya dan berpartisipasi secara optimal. Selain itu juga berharap agar program itu tidak hanya dilaksanakan di satu tempat tapi juga di daerah atau kabupaten lain.

Ketua Panitia Pelaksana Desa Pantai Sehat Berbasis Religi Dr Aksan Marjudo secara terpisah menyatakan program kali pertama dilaksanakan tersebut memang menjadi andalan Universitas Alkhairaat. Soal lokasi kegiatan, menurut Aksan memang tahap awal dilaksanakan di Desa Kaliburu namun berikutnya akan digilir ke lokasi lain. Khusus Kabupaten Donggala, Aksan menyebutkan ada enam desa yang memang menjadi lokasi binaan Universitas Alkhairaat.

Wakil Rektor I Unisa ini mengakui kalau sebelumnya ia mendapat tawaran dari pemerintah Kalimantan Utara untuk menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut. Namun karena berbagai pertimbangan, ia memutuskan untuk menggelar di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

“Jadi program ini ternyata dianggap menarik. Tak heran sebelumnya kami ditawari untuk melaksanakan kegiatan ini di Kalimantan Utara. Tapi kami ingin awali di Sulawei Tengah dulu,” ujarnya.  


Editor: Udin Salim