Tuesday, 26 September, 2017 - 16:26

Yohanis Sandipu Dituntut 14 Tahun

SIDANG TUNTUTAN - Terdakwa Yohanis Sandipu saat mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dirinya pada Rabu, 21 Juni di Pengadilan Negeri Palu. (Foto : Agustinus Salut/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Yohanes Sandipu dengan pidana penjara selama 14 tahun penjara. Yohanis Sandipu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Konflik Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengakibatkan hilangnya nyawa istrinya Maria Yeane Agustuti. Korban yang tidak lain istri terdakwa adalah Wartawati di Harian Palu Ekspres.

Tuntutan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Palu, Rabu, 21 Juni 2017.

JPU, Hj Nursiah dalam tuntutannya menyebutkan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2004 tentang Konflik Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sehingga, terdakwa Yohanis Sandipu dituntut dengan pidana penjara selama 14 tahun.

Usai mendengar tuntutan JPU, Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pledoi atau pembelaan.

Pada kesempatan itu, terdakwa Yohanis Sandipu langsung mengajukan pledoi secara lisan. Bahwasannya, terdakwa mengakui perbuatannya yang menghilangkan nyawa istrinya. Olehnya terdakwa menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar dimanapun berada. Kemudian terdakwa juga menyampaikan pernohonan maaf kepada rekan profesi Jurnalis.

"Saya menyampaikan mohon maaf kepada keluarga besar, rekan profesi Jurnalis. Saya salah. Mohon kepada Majelis Hakim untuk menghukum saya seringan-ringannya," ujarnya.

Setelah mendengar pembelaan lisan terdakwa, Majelis Hakim menyanpaikan dengan demikian sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada Senin, 5 Juli dengan agenda pembacaan putusan.

Diketahui, bahwa terdakwa Yohanes Sandipu didakwa dengan dakwaan melanggar Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2004 tentang Konflik Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pasalnya, terdakwa Yohanes Sandipu terbukti melakukan tindak pidana KDRT yang mengakibatkan hilangnya nyawa isterinya Maria Yeane Agustuti (37). Bahwasanya pada Jumat, 17 Maret 2017 sekitar pukul 11.00 Wita, Maria Yeane Agustuti (37) ditemukan sudah terbujur kaku dengan wajah lebam di kamar kosnya Jalan Karoya, Palu Selatan. Adapun barang bukti (Babuk) dalam perkara ini adalah sembilang babuk, diantaranya satu unit sepeda motor, selendang yang digunakan untuk mengikat leher korban, uang senilai Rp 300 ribu dan lain-lain.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.