Friday, 21 September, 2018 - 10:13

YPAL Poso Bentuk Zona Lindung Desa di Mayakeli

SEMINAR - Yayasan Panorama Alam Lestari (YPAL) Poso dan Burung Indonesia menggelar seminar desiminasi program kemitraan wallacea Danau Poso, di Aula Mpogombo Pemda Poso, baru-baru ini. (Foto: Ryan Darmawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Yayasan Panorama Alam Lestari (YPAL) Poso dan Burung Indonesia menggelar seminar desiminasi program kemitraan wallacea Danau Poso, di Aula Mpogombo Pemda Poso, baru-baru ini.

Yopy Hary Direktur YPAL Poso mengatakan, Desa Mayakeli, Kecamatan Pamona Utara adalah salah satu desa yang menjadi penelitian YPAL Poso. Desa Mayakeli yang diapit oleh beberapa desa di Kecamatan Pamona Utara itu merupakan desa yang tidak memiliki hutan untuk pelestarian alam.

Kata Yopy Hary, maka dari itu dengan adanya program YPAL masuk ke Desa Mayakeli, kelompok tani Desa Mayakeli, Padoe organik bekerja sama melakukan program yang disebut dengan zona lindung desa atau hutan buatan atas sumbangsih dari salah satu kebun masyarakat di desa tersebut.

Menurutnya, selain memiliki zona lindung desa, masyarakat di desa itu juga sudah eksis dengan pola pertanian organik yang bermodalkan pengetahuan praktis dengan sumber daya lokal. Salah satu program yang mereka kerjakan ialah menyemai bibit untuk ditanam di lahan yang telah diolah dengan pendekatan secara alami.

"Program yang telah dilakukan oleh masyarakat Mayakeli juga sangat mendukung kelestarian ekosistem Danau Poso," ujar Yopy.

Pemda Poso melalui Sekretaris Daerah Joksan Lakukua menyampaikan, jika Pemda Poso mengapresiasi kerja YPAL dan Organisasi Burung Indonesia, yang telah melaksanakan program di Desa Mayakeli.

Joksan Lakukua menambahkan, Pemda Poso sejak awal tahun 2015/2016 sudah mempunyai program untuk pelestarian Danau Poso.

Sehingga ada beberapa kebijakan Pemda terkait dengan pelestarian danau Poso. DPRD mengeluarkan Perda No.8 Tahun 2012 terkait dengan RT/RW yang memprioritaskan perlindungan kawasan danau Poso.

"Tentunya lewat Perda ini, semua yang berada disekitar danau poso harus benar-benar mengimplementasikan khusunya wilayah Pamona Puselemba, Pamona Barat, Pamona Selatan dan Pamona Tenggara karena ini adalah salah satu visi misi Pemda yaitu pembangunan yang berkelanjutan," ungkap Joksan Lakukua. 


Editor: Syamsu Rizal

Tags: