Tuesday, 21 November, 2017 - 14:35

Yus Mangun 'Terpental' dari Kursi Ketua Komisi II DPRD Sulteng

ILUSTRASI - Yus Mangun yang selama ini duduk sebagai ketua Komisi II terpental dari kursinya. (Grafis : Metrosulawesi)

KOMISI II DPRD SULTENG
  • Ketua: Lukky Semen (PDIP).
  • Wakil Ketua: Aminullah BK (PKB).
  • Sekretaris: Ronal Gulla (PAN).
KOMISI I DPRD SULTENG
  • Ketua: Sri Indraningsih Lalusu (PDIP).
  • Wakil Ketua: Vera Mastura (Golkar).
  • Sekretaris: Rusli Dg Palabbi (PAN).

Palu, Metrosulawesi.com - Pemilihan terhadap siapa yang memimpin alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Sulteng berlangsung ketat. Yus Mangun, yang selama ini duduk sebagai ketua Komisi II terpental dari kursinya.

Pantauan Metrosulawesi, Jumat 5 Mei, lobi tingkat tinggi mewarnai pemilihan Ketua Komisi II itu. Segala upaya dilakukan Yus Mangun supaya mempertahankan kembali posisinya. Bahkan Gubernur Longki Djanggola turut berperan memperjuangkan besannya itu.

Panasnya suasana pemilihan mulai terasa semenjak sidang paripurna diskors untuk pemilihan pimpinan AKD. Komisi II yang menggelar rapat pemilihan sejak pukul 15.00 Wita, baru mengeluarkan hasil sekitar pukul 19.00 Wita dengan segala dinamika yang terjadi.

Jalannya pemilihan berlangsung sangat alot. Yus Mangun yang terus berupaya mempertahankan jabatannya menggunakan segala kekuatan politik untuk mengubah sikap anggota komisi II.

Sejumlah pimpinan partai dan fraksi coba dirayu Yus Mangun untuk mengintervensi kader partai yang ada di komisi II. Sesekali kader Domokrat harus berbicara langsung dengan Anwar Hafid selaku ketua DPD Demokrat Sulawesi Tengah.

Bukan hanya itu, Ketua DPRD Sulteng, Aminuddin Ponulele juga mendatangi langsung Komisi II. Dari luar ruangan terdengar nada keras mantan rektor Untad dan gubernur itu. Bahkan hingga meninggalkan ruangan terlihat mimik muka penuh emosional.

Begitupun dengan Longki Djanggola, juga terdengar berbicara langsung dengan Lukky Semen untuk memberikan kembali jabatan Ketua Komisi II kepada Yus Mangun. Dari jauh terdengar Lukky menolak permohonan orang nomor satu di Sulawesi Tengah itu.

Di bagian lain, Sekretaris PAN Sulawesi Tengah, Rusli Dg Palabbi juga terlihat beberapa kali memanggil Ronal Gulla untuk mengarahkan memilih Yus Mangun, meskipun akhirnya PAN melepaskan segala keputusan kepada Ronal Gulla.

Beberapa kali juga terlihat Yus Mangun berdebat dengan anggota komisi II saat dia melobi suara. Bahkan Yus bermohon langsung kepada Lukky Semen agar pimpinan Komisi II tetap miliknya.

Melihat keberpihakan anggota Komisi II lebih besar kepada Lukky Semen akhirnya Yus Mangun dan Moh Faizal memilih sikap walk out dan mendesak pemilihan tidak bisa dilanjutkan.

Meskipun diwarnai sikap walk out pemilihan tetap diteruskan, dimana sesuai hasil pemungutan suara Lukky mendapatkan delapan suara yakni Lukky Semen (PDIP), Aminullah (PKB), Ronal Gulla (PAN), Erwin Lamporo (Hanura), Nurmansyah Bantilan (Demokrat), Nurbaya (PKS), Nyoman Slamet (PDIP) dan Nasution Tjaman (Nasdem) sedangkan Yus Mangun satu suara yaitu Dwi Astuti (Gerindra), sementara Golkar memilih walk out.

Usai pemilihan Lukky Semen mengatakan, hasil yang diperoleh merupakan keputusan final dan harus dihargai semua pihak, karena sesuai dengan Tata Tertib (Tatib) DPRD. Bagi Lukky Semen semua anggota komisi II adalah ketua sehingga tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi.

Sebagai ketua terpilih Lukky menggaransi akan memperkuat kebijakan Gubernur melalui program-program yang pro rakyat. Dia yakin dengan komposisi pimpinan yang baru akan mendorong kinerja para pembantu Gubernur menjadi lebih baik.

Lukky juga mengakui sempat berbicara dengan Gubernur melalui handphone tetapi bukan Lukky yang menghubungi Gubernur duluan.

“Kedepan jadwal pertemuan dengan OPD akan ditertibkan, bukan lagi tiba masa tiba akal. Sehingga DPRD dapat memantau kinerja OPD secara kontinyu,” tegas Lukky.

Begitupun dikatakan Ronal Gulla, sebagai Sekretaris dirinya kedepan akan menjadi mitra yang sangat baik kepada Gubernur termasuk kepada kepala dinas, dan komisi II mendukung penuh kinerja Gubernur.

Sementara Wakil Ketua Terpilih, Aminullah BK mengatakan, pergantian pimpinan di AKD merupakan hal biasa saja, tidak ada yang istimewa.

Berdasarkan hasil pemilihan itu, ditetapkan Lukky Semen sebagai ketua, Aminullah BK Wakil Ketua, dan Ronal Gulla Sekretaris.

Berbeda halnya dengan pemilihan Ketua Komisi I, dimana Sri Indraningsih Lalusu terpilih secara aklamasi untuk memimpin Komisi I hingga akhir masa jabatan 2019. Terpilihnya Sri Lalusu terbilang sangat cepat dan tidak terjadi ribut-ribut layaknya Komisi II.

Sesuai kesepakatan anggota Komisi I, Sri Lalusu sebagai Ketua, Vera Mastura Wakil Ketua dan Rusli Dg Palabbi Sekretaris.

Dengan terpilihnya Sri Lalusu dan Lukky Semen sebagai ketua komisi, maka PDIP berhasil mendapatkan dua pimpinan komisi, sementara PAN berhasil mengamankan dua kursi sekretaris yaitu Komisi I dan II, sementara Golkar mendapatkan Wakil Ketua di Komisi I dan PKB menduduki wakil Ketua di Komisi II.

Sedangkan untuk pemilihan Ketua Komisi III dan IV, rencananya dilaksanakan pada hari Senin 8 Mei mendatang.
 
 
Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.